Tips Memulai Journaling agar Tidak Mudah Menyerah

Tips Memulai Journaling agar Tidak Mudah Menyerah

Ilustrasi journaling.-dok. istimewa-

“Hari ini aku merasa lelah karena terlalu banyak hal di kepala.”

Itu sudah cukup.

4. Gunakan Prompt agar Tidak Bingung

Jika sering bingung mau menulis apa, gunakan journaling prompt seperti:

  • Apa hal paling melelahkan hari ini?
  • Apa yang membuatku bersyukur hari ini?
  • Hal kecil apa yang membuatku tersenyum?
  • Apa yang sedang kupikirkan sebelum tidur?
  • Prompt membantu menulis lebih jujur dan terarah.

5. Tentukan Waktu yang Realistis

Tidak perlu setiap hari jika terasa berat. Kamu bisa mulai dengan:

  • 2–3 kali seminggu
  • 5 menit sebelum tidur
  • Setelah bangun pagi
  • Saat emosi terasa penuh
  • Journaling yang konsisten meski singkat lebih efektif daripada jarang tapi panjang.

6. Jangan Menghakimi Isi Tulisan

Journaling adalah ruang aman. Tidak perlu sensor emosi, tidak perlu merasa “lebay”, dan tidak harus selalu positif. Menulis jujur justru membantu proses penyembuhan mental.

Ingat: jurnal ini bukan untuk dibaca orang lain.

7. Biarkan Journaling Berkembang Alami

Seiring waktu, gaya journaling akan berkembang sendiri. Dari curhat, bisa menjadi refleksi, perencanaan hidup, hingga pelepasan emosi. Tidak perlu dipaksakan rapi atau estetik.

Yang penting: kamu merasa lebih ringan setelah menulis.

Memulai journaling bukan tentang perubahan besar, tetapi tentang kebiasaan kecil yang konsisten. Dengan journaling, kamu belajar mendengarkan diri sendiri, mengurangi beban pikiran, dan hidup lebih sadar di momen saat ini.

Satu halaman jujur jauh lebih berarti daripada buku kosong yang sempurna.

Sumber: