Hidup Hemat dan Dampaknya pada Kesehatan Mental
ilustrasi frugal living.-dok. istimewa-
Frugal living sering dipandang hanya dari sisi keuangan. Padahal, cara kita mengelola uang sangat berpengaruh pada kesehatan mental. Frugal living yang dilakukan dengan pola pikir sehat justru bisa membantu mengurangi stres, kecemasan, dan tekanan hidup sehari-hari.
Namun, jika dilakukan secara ekstrem dan tanpa kesadaran, frugal living juga bisa berdampak sebaliknya.
Bagaimana Frugal Living Mempengaruhi Kesehatan Mental?
Uang adalah salah satu sumber stres terbesar dalam hidup. Frugal living membantu menciptakan rasa aman dan kendali, dua hal penting untuk kesehatan mental.
Dampak positif frugal living yang sehat:
- Mengurangi kecemasan finansial
- Membantu tidur lebih tenang
- Mengurangi rasa bersalah saat mengeluarkan uang
- Meningkatkan rasa kontrol atas hidup
Saat keuangan lebih teratur, pikiran pun ikut lebih ringan.
Frugal Living Membantu Mengurangi Tekanan Sosial
Hidup hemat mengajarkan untuk:
- Tidak membandingkan diri dengan orang lain
- Tidak terjebak gaya hidup konsumtif
- Tidak merasa harus selalu mengikuti tren
Ini membantu menjaga harga diri dan mengurangi stres akibat ekspektasi sosial.
Saat Frugal Living Justru Berdampak Negatif
Frugal living bisa mengganggu kesehatan mental jika:
- Terlalu menekan diri untuk tidak mengeluarkan uang
- Selalu merasa bersalah saat membeli sesuatu
- Mengorbankan kebutuhan emosional dan sosial
- Hidup dipenuhi rasa takut kekurangan
Jika hemat terasa menyiksa, itu bukan frugal living yang sehat.
Kunci Frugal Living yang Mendukung Kesehatan Mental
Agar frugal living berdampak positif bagi mental:
- Tetapkan batas yang realistis
- Beri ruang untuk menikmati hidup
- Fokus pada nilai, bukan angka semata
- Hargai usaha diri sendiri, bukan hanya hasil
Sumber: