Cara Mengikhlaskan Mantan yang Pergi, Tanpa Menyalahkan Diri Sendiri

Cara Mengikhlaskan Mantan yang Pergi, Tanpa Menyalahkan Diri Sendiri

Belajar Mengikhlaskan: Pelan-Pelan, Tapi Kamu Akan Baik-Baik Saja---Freepik

PAPUABARAT, DISWAY.ID - Cara mengikhlaskan mantan atau orang yang sudah tidak bersama kita lagi bukanlah hal yang sederhana. Mengikhlaskan sering terasa berat karena seolah-olah kita harus mengakui bahwa hubungan itu gagal.

Bagi banyak orang, mengikhlaskan orang yang pergi terasa seperti mengakui kekalahan atau kesalahan diri sendiri. Apalagi jika hubungan tersebut sudah dijalani berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Rasa Kehilangan yang Tidak Terlihat

Dalam proses cara mengikhlaskan mantan, ada perasaan seolah sebagian diri kita ikut hilang. Kenangan, kebiasaan, dan harapan terasa seperti direnggut begitu saja.

Itulah alasan mengikhlaskan orang yang sudah pergi menjadi semakin sulit, meski faktanya hubungan itu memang sudah berakhir. Baik karena ditinggalkan, orang tersebut bersama orang lain, atau bahkan karena kematian.

Mengapa Kita Sulit Move On?

Saat patah hati, cara mengikhlaskan mantan sering terganggu oleh kebiasaan mengulang masa lalu. Kita terus mengingat kejadian, kata-kata, dan momen yang sudah berlalu.

Banyak orang terjebak menganalisis kesalahan diri sebagai bagian dari proses mengikhlaskan hubungan. Pertanyaan seperti “aku salah di mana?” atau “seandainya aku berubah” terus berputar di kepala.

Cinta sebagai Investasi Emosi

Dalam konteks cara mengikhlaskan mantan, cinta sering terasa seperti investasi. Semakin banyak emosi dan waktu yang kita tanamkan, semakin sulit rasanya untuk melepaskan.

Mengulang memori, mencari informasi tentang dia, atau terus membicarakannya justru membuat proses mengikhlaskan semakin berat. Tanpa disadari, kita sedang memperkuat keterikatan itu sendiri.

Akar Masalah: Merasa Tidak Berharga

Salah satu penghambat terbesar dalam cara mengikhlaskan orang yang pergi adalah perasaan tidak berharga. Putusnya hubungan sering ditafsirkan sebagai bukti bahwa diri kita gagal atau tidak cukup baik.

Perasaan ditinggalkan, sia-sia, dan tidak berarti membuat kita menolak kenyataan. Padahal, yang benar-benar pergi adalah orangnya—bukan nilai diri kita.

Ingatkan Diri: Kamu Tetap Berharga

Langkah awal dalam cara mengikhlaskan mantan adalah mengevaluasi diri secara jujur. Tanyakan kembali: apa saja yang tetap utuh dalam dirimu meski hubungan itu berakhir?

Pekerjaanmu, kemampuanmu, kepribadianmu, dan orang-orang yang menyayangimu masih ada. Dalam proses mengikhlaskan, penting menyadari bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh satu hubungan.

Sumber: