Dalam psikologi, kondisi ini dikenal sebagai self-loathing, yaitu kritik ekstrem terhadap diri sendiri. Pada fase ini, apa pun yang kita lakukan terasa salah dan tidak pernah cukup baik.
Orang yang mengalami self-loathing sering merasa tidak layak mendapatkan teman, pasangan yang sehat, atau kebahagiaan. Bahkan, muncul keyakinan keliru bahwa dirinya hanya pantas mendapatkan hal-hal buruk.
Lalu muncul pertanyaan besar: mengapa seseorang bisa membenci dirinya sendiri? Jawabannya tidak tunggal, karena penyebab luka psikologis umumnya bersifat multifaktor.
BACA JUGA:Kapan Waktu Terbaik Minum Matcha?
Faktor Penyebab Luka Batin yang Berkepanjangan
Salah satu penyebab utama luka psikologis adalah pengalaman menyakitkan atau trauma masa lalu. Trauma bisa berbentuk kekerasan fisik, emosional, atau pengalaman lain yang meninggalkan rasa takut dan malu.
Faktor berikutnya adalah ekspektasi yang terlalu tinggi. Memiliki harapan besar adalah hal wajar, tetapi ketika harapan tersebut tidak realistis dan gagal tercapai, kekecewaan bisa berubah menjadi rasa benci pada diri sendiri.
Selain itu, sifat perfeksionis juga sering menjadi pemicu luka batin. Kesalahan kecil dianggap sebagai kegagalan besar, sehingga seseorang sulit menerima dirinya secara utuh.
Tak kalah berpengaruh, kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain—terutama melalui media sosial—membuat kita lupa bahwa setiap orang memiliki titik awal dan perjalanan hidup yang berbeda.
BACA JUGA:Kenali Perbedaan Matcha dan Hojicha Sebelum Minum
Dampak Luka Hati terhadap Kesehatan Mental
Penelitian menunjukkan bahwa kesulitan menerima diri sendiri dapat menurunkan kesejahteraan psikologis atau well-being. Rasa rendah diri membuat seseorang membatasi potensi dan takut mencoba hal baru.
Dalam jangka panjang, luka batin yang tidak disembuhkan dapat memengaruhi hubungan sosial, kepercayaan diri, dan kualitas hidup secara keseluruhan.
Namun kabar baiknya, luka hati bisa disembuhkan, sama seperti luka fisik, asalkan dirawat dengan cara yang tepat.
Self-Healing dan Pentingnya Self-Acceptance
Salah satu cara efektif untuk menyembuhkan luka batin adalah melalui self-healing, yaitu proses penyembuhan yang dimulai dari dalam diri sendiri.
Untuk mengatasi kebencian pada diri sendiri, inti dari self-healing adalah self-acceptance atau penerimaan diri. Menerima diri apa adanya, termasuk kekurangan dan luka yang pernah dialami.
Langkah awal self-acceptance adalah berani mengakui rasa sakit. Menerima bahwa hati pernah terluka bukan berarti lemah, melainkan jujur pada diri sendiri.
Teknik Self-Distancing untuk Meredam Kritik Diri
Cara lain untuk meningkatkan penerimaan diri adalah dengan teknik self-distancing. Teknik ini membantu kita mengambil jarak dari suara kritik internal yang terlalu keras.