Salah Kaprah Perawatan Kulit Alami yang Bisa Merusak Kulit
ilustrasi natural skincare.-dok. istimewa-
papuabarat.disway.id - Perawatan kulit alami sering dianggap paling aman karena menggunakan bahan sederhana dan minim kimia. Sayangnya, tidak sedikit orang yang keliru dalam menerapkannya. Alih-alih menyehatkan kulit, kesalahan ini justru bisa menyebabkan iritasi, breakout, hingga skin barrier rusak.
Agar tidak salah langkah, penting memahami mitos dan kesalahan umum dalam perawatan kulit alami berikut ini.
1. Mengira Semua yang “Alami” Pasti Aman
Ini adalah kesalahpahaman paling umum. Faktanya, tidak semua bahan alami cocok untuk semua jenis kulit.
Contohnya:
- Lemon dan baking soda yang terlalu asam dan abrasif
- Essential oil murni yang bisa memicu iritasi
- Scrub alami dari gula atau kopi yang terlalu kasar
Bahan alami tetap memiliki potensi iritan jika tidak digunakan dengan benar.
2. Terlalu Sering Menggunakan DIY Skincare
Masker alami memang menggoda karena mudah dibuat. Namun, penggunaan terlalu sering justru bisa:
- Mengganggu pH kulit
- Merusak lapisan pelindung alami
- Membuat kulit sensitif dan reaktif
Kulit tidak membutuhkan perawatan berlebihan, meski bahannya alami.
3. Menghindari Sunscreen Karena Merasa Sudah “Natural”
Banyak orang yang berpikir perawatan alami berarti tidak perlu sunscreen. Padahal, sinar UV tetap menjadi penyebab utama:
- Penuaan dini
- Flek hitam
- Kerusakan skin barrier
Sunscreen adalah perlindungan dasar, bukan musuh perawatan alami.
4. Mencampur Banyak Bahan Alami Sekaligus
Menggabungkan berbagai bahan alami dalam satu rutinitas sering dianggap lebih efektif. Kenyataannya, hal ini justru:
- Membingungkan kulit
- Meningkatkan risiko iritasi
- Menyulitkan identifikasi penyebab masalah
Sumber: